Wisata Desa Adat Pulau Bali

Bulan madu bali – Bali, pulau yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya, juga memiliki sejumlah desa wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ada cukup banyak desa yang bisa menjadi persinggahan wisata untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk jenisnya daerah perkotaan. Berikut adalah lima desa wisata di Bali yang menawarkan pengalaman unik dan berkesan

1. Desa Penglipuran

Desa Penglipuran adalah salah satu desa adat di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia. Desa ini terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Bali karena masyarakatnya yang masih menjalankan dan melestarikan budaya tradisional Bali dalam kehidupan mereka sehari-hari. Arsitektur bangunan dan pengolahan lahan masih mengikuti konsep Tri Hita Karana, filosofi masyarakat Bali mengenai keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan lingkungannya. Pada tahun 1995, desa Penglipuran juga mendapatkan penghargaan Kalpataru dari pemerintah Indonesia atas usahanya melindungi hutan bambu di ekosistem lokal mereka.

2. Desa Tigawasa

Desa Tigawasa berada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Desa ini memiliki bentang alam yang luar biasa di atas lahan seluas 1.690 hektare. Di sini, terdapat hamparan pegunungan sampai sungai yang masih alami dan terjaga. Desa tersebut juga memiliki tradisi unik yang berbeda dengan desa lainnya di Bali yang mampu memikat pengunjung.

3. Desa Sidatapa

Desa Sidatapa merupakan salah satu desa tua atau Desa Bali Aga yang berada di Kabupaten Buleleng. Desa ini memiliki keindahan alam yang luar biasa di atas lahan seluas 1.690 hektare. Di sini, terdapat hamparan pegunungan sampai sungai yang masih alami dan terjaga. Desa tersebut juga memiliki tradisi unik yang berbeda dengan desa lainnya di Bali yang mampu memikat pengunjung.

4. Desa Cempaga

Desa Cempaga merupakan salah satu desa tua atau Desa Bali Aga yang berada di Kabupaten Buleleng. Desa ini memiliki keindahan alam yang luar biasa di atas lahan seluas 1.690 hektare. Di sini, terdapat hamparan pegunungan sampai sungai yang masih alami dan terjaga. Desa tersebut juga memiliki tradisi unik yang berbeda dengan desa lainnya di Bali yang mampu memikat pengunjung.

5. Desa Tenganan

Desa Tenganan merupakan salah satu desa adat yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Desa ini memiliki sejarah panjang yang sangat kental dengan budaya dan tradisi lokal Bali. Berdasarkan legenda, Desa Tenganan didirikan pada abad ke-11 oleh seorang pangeran bernama Marapu Raja yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Desa ini menjadi terkenal karena seni tenun ikatnya yang sangat terkenal di Bali dan di seluruh Indonesia.

Baca juga Tips Memilih Jasa Tour Travel untuk Liburan Keluarga

Etika berkunjung ke desa adat bali

Berikut adalah beberapa etika yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke desa adat di Bali:

Gunakan Tangan Kanan Anda Saat Memberi dan Menerima: Di Indonesia, termasuk di Bali, menggunakan tangan kiri ketika memberikan sesuatu kepada seseorang (misalnya uang) umumnya dianggap tidak sopan. Lebih disukai jika Anda menggunakan tangan kanan atau, bahkan lebih baik, menggunakan kedua tangan.

Hati-hati saat Melangkah: Pastikan untuk tidak menginjak sesuatu yang dianggap sakral atau penting oleh masyarakat setempat.

Tinggalkan Sepatu Anda Di Luar: Biasanya, Anda perlu melepas sepatu Anda sebelum memasuki area tertentu.

Berpakaian dengan Sopan: Pastikan untuk berpakaian sopan dan menghormati adat setempat.

Selain itu, pastinya masih ada etika lainnya yang perlu untuk anda ketahui, karena setiap desa memiliki aturannya masing masing, maka dari itu, baiknya libatkan pemandu atau warga lokal untuk menemani kunjungan anda ke desa adat bali.

Nah, jika anda butuh jasa tour wisata untuk daerah pulau bali, kami dari parahitatour menawarkan jasa tour wisata untuk pulau bali dengan harga yang murah dan terjangkau, yang tentunya pasti aman dan menyenangkan.

Tags
Update
Mar 18, 2024
Mitha Elizabeth
Mitha Elizabeth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *